SMK Dominasi Tingkat Pengangguran, Kok Bisa?

03 February 2022 · 7 bulan yang lalu SMK Dominasi Tingkat Pengangguran, Kok Bisa? Foto : SMK Dominasi Tingkat Pengangguran, Kok Bisa?

Indonesia semakin digandrungi dengan masalah peningkatan jumlah pengangguran. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun yang paling utama adalah peningkatan jumlah angkatan kerja di Indonesia.

Bila diteliti lebih lanjut, saat ini jumlah angkatan kerja yang masuk dapat mencapai angka hingga 3 juta orang per tahunnya. Tentu, komposisi pekerja serta pengangguran akan terus naik dan bertambah seiring jumlah penduduk. Terdapat satu hal penting yang juga menjadi perhatian khusus, yaitu tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). TPT tertinggi merupakan lulusan SMK yang sejak awal telah dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja.

Berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), TPT per Februari 2019 mencapai 6,82 juta orang. Angka ini terbilang menurun sebanyak 50.000 orang bila dibandingkan dengan Februari 2018 sebesar 6,87 juta orang.

SMK Dominasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Bila dilihat dari tingkat pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru lebih didominasi oleh para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mengungguli angka dari tingkat pendidikan yang lainnya.

Suhariyanto selaku kepala BPS mengatakan bahwa prosentase pengangguran yang setara 5,01% diambil dari jumlah angkatan kerja sebanyak 136,18 juta orang dipegang oleh SMK.

Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran yang diurutkan berdasarkan pendidikan masih dipegang SMK sebesar 8,63%. Disusul dengan Diploma I/II/III sebesar 6,89%, Universitas sebesar 6,24%, SMP sebesar 5,04 %, dan lulusan SD menyumbang presentase paling sedikit, yaitu 2,65%. Terdapat alasan mengapa tingkat pengangguran berdasarkan pendidikan yang paling rendah dipegang oleh lulusan SD karena mereka tidak akan memilih-milih masalah pekerjaan.

Upaya Pemerintah dalam Menekan Angka Pengangguran Melalui Pendidikan

Foto: Google

Sementara itu, pemerintah juga tengah berupaya keras dalam menekan tingkat pengangguran di Indonesia. Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sempat mengatakan bahwa pemerintahan akan menekan angka pengangguran di Tanah Air khususnya pada lulusan SMK.

  1. Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar

    Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa dengan kualitas pembelajaran yang baik, maka siswa akan memperoleh keterampilan dasar, kemampuan untuk berpikir kritis, dan memahami nilai-nilai serta karakter menjadi warga negara yang produktif dan pembelajar.

  2. Akses dan Kesetaraan Pendidikan

    Strategi kedua lebih difokuskan untuk kesetaraan dalam pendidikan dengan memberikan kompensasi kepada anak-anak yang kurang mampu untuk mengurangi ketimpangan akses pendidikan yang berkualitas.

  3. Perkuat Pelatihan Vokasi dan Life Skill

    Selain dua hal di atas, pemerintah juga akan memperkuat pelatihan vokasi serta life skill di semua tingkat. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan para angkatan kerja, tentunya yang terlatih dengan atribut personal, fleksibel, memiliki keterampilan dasar serta kompetensi TIK. Kompetensi TIK memang sangat dibutuhkan di era yang serba digital seperti saat ini.

  4. Pengembangan Visi dan Pola Pikir Tenaga Pengajar

    Hal ini dianggap yang paling penting karena tenaga pengajar lah yang secara langsung berhubungan dengan para siswa. Pengembangan visi serta pola pikir seorang guru atau tenaga pengajar sangatlah berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan yang kreatif dan berkesinambungan.

  5. Integritas Pemerintah

    Strategi lain terfokuskan pada pemerintahan itu sendiri, yaitu dengan mewujudkan pemerintah yang terintegritas guna peningkatan capaian pendidikan.

  6. Merintis Kemitraan dengan Penyelenggara Pendidikan

    Melalui terbentuknya kemitraan baru dengan penyelenggara pendidikan, baik perusahaan publik maupun swasta diharapkan akan meningkatkan kualitas pendidikan melalui kinerja berbasis pembiayaan serta akuntabilitas yang lebih baik.

Bila menengok ke belakang sejak tahun 2016, prosentase tingkat pengangguran terbuka terus menurun bagi para lulusan SMK. Tercatat prosentase pada tahun 2016 sebesar 9,84%, sedangkan tahun 2018 menurun hingga 8, 92%. Angka tersebut juga dinilai menurun setiap tahunnya. Contohnya tahun ini yang telah menyentuh angka 8,63%

Tentu, capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen yang dibangun kuat oleh pemerintah guna mengurangi jumlah pengangguran di tanah Air. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia juga merupakan bentuk upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran utamanya bagi lulusan SMK.


SMK Dominasi Tingkat Pengangguran, Kok Bisa?
SMK Dominasi Tingkat Pengangguran, Kok Bisa?
03 February 2022 · 7 bulan yang lalu
Kemendikbud: Sistem Zonasi untuk Pemerataan Pendidikan
Kemendikbud: Sistem Zonasi untuk Pemerataan Pendidikan
03 February 2022 · 7 bulan yang lalu